Metode Menegur Anak Yang Efektif Berdasarkan Q.S Ali Imran 159
Kenapa orang tua perlu menegur anak?
Dalam perkembangannya, seorang anak akan mengalami sebuah fase di mana ia akan melakukan kesalahan, membantah orang tua atau sikap-sikap negatif lainnya yang sering membuat orang tua geram bahkan marah.
Perilaku-perilaku itu tidak hanya dialami oleh remaja dan orang dewasa namun perilaku tersebut akan mulai terjadi sejak anak di usia 3 atau 4 tahun.
Sebenarnya perilaku seperti itu merupakan perilaku yang normal sebagai bentuk aktualisasi dan cara anak untuk mengekspresikan emosi yang ia rasakan.
Baca Juga:7 Kesalahan Yang Dilakukan Orang Tua Dalam Mendidik Anak
Perilaku itu juga merupakan bagian dari perkembangan sensoris dan motorik anak yang perlu disyukuri.Akan tetapi jika hal itu dibiarkan terus-menerus dan tidak disikapi dengan benar akan berdampak buruk terhadap perkembangan mental maupun fisik anak.
Sehingga penting bagi orang tua untuk memahami metode yang efektif untuk menegur anak agar pesan atau nasehat yang hendak ingin disampaikan orang tua dapat dipahami oleh anak sehingga ia tidak merasa disalahkan dan dihakimi.
Apa Yang Dimaksud Dengan Menegur Anak?
Sebelum berbicara tentang metode menegur anak, kita perlu memiliki persepsi yang sama tentang definisi menegur anak.
Menegur tidak sama dengan mamarahi. Menegur dapat diartikan sebagai sebuah tindakan verbal untuk mengoreksi perilaku anak yang kurang tepat.
Perilaku kurang tepat yang dimakasud di sini bisa berupa pelanggaran terhadap peraturan umum dalam kehidupan sosial masyarakat atau peraturan yang ditetapkan orang tua yang sudah disepakai bersama anak.
Metode Menegur Yang Efektif Berdasarkan Q.S Ali Imran Ayat 159.
Firman Allah dalam Q.S Ali Imran Ayat 159 yang artinya;
"Maka berkat rahmat Allah engkau (Muhammad) berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya engkau bersikap keras dan berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekitarmu. Karena itu maafkanlah mereka, mohonkanlah ampun bagi mereka, dan bermusyarahlah dengan mereka dalam urusan itu. Kemudian apabila kamu telah membulatkan tekad, maka bertawakkallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakkal kepada-Nya". (Q.S Ali Imran Ayat 159)
Baca Juga:6 Rutinitas sederhana di pagi hari yangdapat membuat harimu Lebih Indah, Semangat dan Produktif
Dari ayat di atas, kita dapat mengambil pelajaran untuk diterapkan sebagai sebuah metode untuk menegur anak. Ada enam point cara menegur anak berdasarkan ayat tersebut. Berikut penjelasannya;
1. Tegur Anak Dengan Dengan Lemah Lembut
Orang tua adalah role model bagi anaknya. Oleh karena itu tugas orang tua adalah memberikan contoh yang baik bagi anaknya.
Ketika anak melakukan kesalahan maka tegurlah ia dengan baik dan lembah lembut. Luruskan prilakunya yang salah, beri tahu anak apa prilaku salah yang ia lakukan kemudian jelaskan bagaimana cara memperbaiki kesalah tersebut.
2. Maafkan Kesalahnya
Setelah orang tua menegur anak kemudian maafkahlah kesalahnya. Ini penting dilakukan oleh orang tua agar anak tidak meras tertekan dan larut dalam rasa bersalah.
Sikap tersebut juga dapat memberikan pelajaran bagi anak agar berani meminta maaf jika berbuat salah, mengakui kesalahan, dan mengerti tentang pentingnya kejujuran.
Baca Juga:5 Kebiasaan Sederhana Meningkatkan Kecerdasan Anak
Selain itu, memberi contoh untuk selalu meminta maaf saat berbuat kesalahan juga dapat mempererat hubungan orang tua dengan anak, menanamkan sikap saling menghargai, dan menumbuhkan rasa tanggung jawab, serta empati pada diri anak.
3. Mintakan Ampun Kepada Allah
Setelah menegur dan memaafkan kesalahan anak maka mintakan ampun kepada Allah agar perilaku salah yang sudah dilakukan tersebut benar-benar dapat dijadikan pelajaran dan tidak diulangi lagi serta diberikan kemudahan oleh Allah.
4. Musyawarah, Ajak Anak Ngobrol
Setelah anak terlihat lebih tenang, ajak ia ngobrol sembari berikan penjelasan bahwa apa yang ia lakukan tersebut merupakan perilaku yang salah dan cara untuk memperbaiki kesalahannya.
Orang tua juga bisa mengajak anak membuat kesepakatan misalnya, jika anak tidak mengulagi perilaku yang salah tersebut maka ia akan mendapatkan hadiah.
Atau orang tua bisa mengajak anak membuat peraturan yang dapat membuat anak termotivasi untuk menghindari perilaku yang salah dan berusaha menjadi anak yang baik dan pintar dan lain sebagainya. Hal tersebut penting untuk dilakukan oleh orang tua agar anak merasa dicintai dan dihargai.
5. Bulatkan Tekat
Setelah bermusawarah, mengajak anak ngobrol, apa yang sudah disepakati bersama anak, orang tua harus berusalah menepatinya begitu juga dengan anak. Hal tersebut penting untuk mengajarkan kepada anak sikap bertanggungjawab dan menepati janji.
Baca Juga:7 Tanda Anak Cerdas dengan IQ Tinggi
6. Bertawakkal Kepada Allah
Setelah berusaha melakukan yang terbaik dalam mendidik anak, selanjutkan yang harus dilakukan orang tua adalah bertawakkal kepada Allah. Karena sebagai hamba kewajiban kita adalah berusaha selebihnya Allah lah yang berhak atas semua dan Allah maha mengetahui apa yang terbaik bagi hambaNya.
Demikian penjelasan tentang metode menegur anak yang efektif berdasarkan Q.S Ali Imran ayat 159 yang bisa anda terapkan dalam mendidik anak. Semoga bermanfaat.

Sangat membantu tips nya. Tampiasih
BalasHapus