7 Kesalahan Yang Dilakukan Orang Tua Dalam Mendidik Anak
Anak-anak terlahir dengan potensi dan karakter yang unik. Ada anak yang suka bersosialisasi, pemalu, penakut dan pemberani. Seiring berjalannya waktu, anak memiliki potensi dalam mengembangkan diri menjadi pribadi yang karakter baik. Karakter anak dapat terbentuk dari lingkungan, keluarga, sekolah, masyarakat serta pengalaman hidup sehari-hari.
Orang yang paling banyak memiliki kesempatan sekaligus paling bertanggungjawab dalam membentuk karakter anak adalah orang tua. Mereka adalah role model bagi anak-anaknya. Perilaku dan tindakan orang tua memiliki peranan penting dalam membentuk karakter, potensi dan kepribadian anak. Orang tua yang baik akan mengajarkan nilai dan norma yang baik juga kepada anak melalui ucapan, tingkah laku maupun tindakan. Sebaliknya orang tua yang salah dalam mendidik anak akan membentuk perilaku buruk bagi anak. Berikut tujuh kebiasaan buruk yang harus dihindari oleh orang tua dalam mendidik anak.
Baca Juga: 6 Rutinitas sederhana di pagi hari yangdapat membuat harimu Lebih Indah, Semangat dan Produktif1. Memberikan Semua Keinginan Anak
Memberikan semua keinginan anak akan membuat anak berpikir bahwa dia bisa mendapatkan segalanya di dunia ini padahal cara dunia bekerja tidaklah begitu. Ada beberapa hal yang membutuhkan perjuangan keras untuk mendapatkannya. Mungkin niat orang tua yang seperti itu untuk membahagiakan anaknya namun perlu disadari bahwa suatu hari ada kalanya seorang anak akan menemukan kenyataan bahwa sebenarnya tidak semuanya bisa dia dapatkan dengan mudah. Saat mereka menyadarihal itu justru dapat membuatnya berbalik membenci orang tua karena mereka mulai mengerti telah didik dengan cara yang salah.
2. Memuji Anak Denga Berkebihan
Jika orang tua ingin memuji anaknya, pujilah dengan sewajarnya jangan terlalu berlebihan. Seperti yang kita ketahui bahwa tidak ada manusia di dunia ini yang sempurna. Seorang anak pasti akan membuat kesalahan. Sebagai orang tua, kita harus memberi tahu mereka bawah mereka salah jika apa yang mereka lakukan salah dan benar jika benar karena seperti itulah cara kerja dunia. Kita tidak bisa terus-menerus mengharapkan pujian dari orang di sekitar kita.
3. Melarang anak untuk menangis
Banyak orang tua yang memarahi anaknya ketika menangis. Tindakan itu bukan tindakan yang benar. Perlu disadari bahwa manusia diciptakan dengan berbagai macam emosi diantara marah, bahagia, sedih dan lain-lain. Ketika anak menangis jangan dimarahi. Sebenarnya dengan tangisan itu, anak sedang menunjukakan kepada orang tuanya tentang emosi yang dia rasakan. Selain itu seorang anak yang memiliki sifat mudah menangis, itu menunjukkan bahwa dia memiliki kepribadian yang lembut dan mudah berempati dengan orang lain. Ini akan menjadi kebanggaan orang tua karena memiliki seseorang dengan hati yang lembut seperti mereka di sekitar kita bisa menjadi keberkahan tersendiri yang patut kamu jaga. Jadi jangan pernah memarahi seorang anak ketika dia menangis.
Baca Juga: 5 Kebiasaan Sederhana Meningkatkan Kecerdasan Anak4. Hanya Memberikan Perintah Namun Tidak Pernah Mengajak Anak Berbicara.
Mengapa seorang anak tidak pernah bercerita tentang hari-harinya kepada orang tuanya? Hal itu karena dari kecil orang tuanya tidak pernah mengajak anaknya ngobrol. Hal yang selalu dilakukan orang tua hanyalah memerintah. Menyuruh makan, bermain dan lainnya padahal seharusnya orang tua menjadi tempat paling aman dan yaman bagi anak untuk bercerita namun sebaliknya seorang anak tidak diberi kesempatan untuk berbicara dengan alasan yang tidak masuk akal misalnya anak kecil dianggap tidak boleh ikut campur dan lain sebagainya.
5. Harus Selalu Mengikuti Perkataan Orang Tua
Ingatlah bahwa anak juga manusia yang memiliki perasaan dan keinginan sendiri. Tidak semua hal yang dikatakan orang tuanya harus dia ikuti, anak juga memiliki hak atas dirinya sendiri. Orang tua boleh membuat aturan untuk anaknya namun pengekangan tidak boleh terus dilakukan karena cara itu dapat membuat anak justru menjadi tertekan. Mengharuskan anak selalu mengikuti perintah orang tua dapat berakibat fatal pada perkembangan kesehatan mental anak.
6. Selalu Memberi Hadiah Ketika Anak Mendapat Nilai Bagus Atau Pretasi
Memberi hadiah berupa uang atau lainnya saat anak mendapat nilai bagus atau saat merampungkan tugas sekolah lainnya sebenarnya tindakan baik sebagai bentuk apresiasi kepada anak namun apabila dilakukan secara terus-menerus tentu saja tidak disarankan. Saat orang tua hanya fokus pada prestasi dan nilai memuaskan di sekolah, potensi anak akan layu sebelum bisa berkembang. Nilai dan prestasi di sekolah memang penting tapi jangan lupa kalau orang tua juga perlu mendukung perkembangan berbagai aspek lain dalam kehidupan agar anak tumbuh menjadi pribadi yang utuh dan positif.
Baca Juga: 7 Tanda Anak Cerdas dengan IQ Tinggi7. Membentak Anak
Membentak atau memarahi anak ketika anak tidak mau mendengar perkataan orang tua adalah tindakan yang harus dihindari. Ketika anak melihat orang tua marah dan membentak, yang tertangkap hanya bentuk emosi orang tua saja, anak tidak akan mendengar apa yang orang tua katakan. Justru anak akan menunjukkan sikap melawan atau menjadi tertekan. Jika hal ini terjadi secara berulang maka akan berdampak buruk pada perkembangan mentalnya. Oleh sebab itu sebagai orang tua tetaplah bersikap tenang dan coba tatap mata anak dengan lembut kemudian kasi tau bahwa apa yang mereka lakukan adalah kesalahan atau tidak benar maka anak pun akan merasa jika orang tuanya memberi perhatian bukan amarah atau emosi negatif lainnya.
Demikianlah kebiasaan-kebiasaan buruk yang harus dihindari orang tua dalam mendidik anak. Semoga kita mampu menjadi orang tua hebat dan memberikan contoh yang baik agar anak-anak kita menjadi pribadi yang hebat, cerdas dan membanggakan. Jika anda menganggap pesan ini penting, jangan lupa dibagikan kepada yang lain. @Cholid







0 Response to "7 Kesalahan Yang Dilakukan Orang Tua Dalam Mendidik Anak "
Posting Komentar
Silahkan berikan komentar dengan bijak dan membangun